Apa “Merk” Angkot Favorit Anda?

Gara-gara berita di tempo.co tentang ulang tahun klub angkot (angkutan kota) yang membuat jalur puncak macet, saya jadi teringat masa-masa SMP-SMA, ketika setiap hari naik angkot untuk pergi ke sekolah.

Salah satu angkot “bermerk”, The Doctor alias DRT [sumber]

Saya ini sejak SMP-SMA punya kebiasaan berangkat mepet. Sekolah dimulai jam 7.00 pagi, baru berangkat jam 6.30. Padahal jarak rumah saya ke sekolah cukup jauh (+/- 21 km). Ga heran kalau sekarang saya juga sering selalu mepet kalau berangkat ke tempat kerja mencangkul.:mrgreen:

Karena kebiasaan berangkat mepet itu, agar bisa sampai ke sekolah tepat waktu, saya harus naik angkot yang cepat, dong. Nah, di Bogor, tepatnya daerah Cisarua, ciri-ciri angkot yang jalannya cepat adalah: angkotnya “ber-merk”. Apa sih yang dimaksud dengan angkot ber-merk ini?

Angkot yang ber-merk adalah angkot yang tergabung ke dalam sebuah klub tertentu. Disebut ber-merk (sebenernya saya doang sih yang menciptakan istilah ini😛 ) karena di kaca depan angkot bagian atas, biasanya tertempel stiker nama klub angkot itu tergabung. Beberapa merk angkot yang terkenal di antaranya adalah Monster, Sexy, Brazagan, Shaky, The Doctor, Mawar (yang ini saya udah jarang lihat, padahal ini favorit zaman saya SD-SMP😦 ), Dicky Jaya (yang ini dikit dan saya juga udah ga pernah lihat kayaknya😛 ).

Angkot ber-merk ini biasanya dilengkapi dengan salon kompor gas sound system di dalam angkotnya, yang membuat komposisi penumpang maksimal bukan lagi 6-4, tapi jadi 5,5 – 3,5. Meski mengurangi jumlah penumpang, sound system tetap dipasang untuk menarik penumpang berusia remaja (SMP-SMA). Selain itu, angkot ber-merk juga jalannya ngebut, dan tidak sering mengetem. Tidak seperti angkot yang tidak bermerk. Mengapa demikian? Saya juga sampai sekarang belum tahu. Mungkin ada peraturan tidak tertulis untuk angkot-angkot yang tergabung dalam klub agar tidak ngetem. Yah semacam Kop Pledge buat pendukung LFC gitu😛 .

Kadang sound systemnya lebay gini sih -_- [sumber]

Nah, ngomong-ngomong ultah klub angkot di berita ini, dulu zaman saya SMA, Klub Angkot berinisial “S”juga pernah merayakan ultahnya. Tapi tidak dengan konvoi, tetapi dengan menggratiskan ongkos angkotnya untuk menumpang yang naik sebelum pukul 9 pagi (kalau ga salah). Sayangnya pada hari itu, saya tidak naik angkot merek “S” ini. Heuheu.

Saya bisa merasakan penderitaan kalian :( [sumber]

Saya bisa merasakan penderitaan kalian😦 [sumber]

Kenapa yah klub angkot “M” yang disebut di berita ini nggak merayakan ultahnya dengan menggratiskan ongkos saja, tanpa konvoi? InsyaAllah penumpang jadi lebih respek dan senang, menurut saya. Apa karena harga BBM naik, ongkos mahal, jadi sayang yah kalau harus menggratiskan ongkos? Tapi kan konvoi juga “menghabiskan” BBM. Hehe.

Sekian dulu nostalgia saya. Kini giliran Anda yang bernostalgia. Apa merk angkot favorit Anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s