Joe Carioca dan Piala Dunia Brasil

Catatan: Ini semacam fan fiction, ya. Jadi jangan terlalu serius membacanya.😀

Bagi pembaca Album Donal Bebek, jika Anda mendengar negara Brasil, pasti langsung teringat tentang Joe Carioca.

Kakatua gelandangan yang berpenampilan seperti orang kaya, punya berbagai trik untuk makan gratis di restoran mewah, dan pandai merayu wanita (atau betina? Secara dia hewan:mrgreen: ) ini tinggal di sebuah tempat pembuangan sampah di Rio de Janeiro. Bersama Donal dan Panchito Pistoles (ayam “koboi” dari Meksiko), ia tergabung dalam The Three Caballeros.

Cover The Three Caballeros Ride Again karya Don Rosa. (Sumber)

The Three Caballeros adalah film animasi Disney yang dibuat di masa Perang Dunia (1944) dalam rangka memperluas pasar ke Amerika Latin (CMIIW). Film ini merupakan sekuel dari Saludos Amigos (1942) yang hanya memunculkan Donal dan Joe, tanpa Panchito. Selain di film, The Three Caballeros juga pernah muncul di komik karya Don Rosa, yang berjudul The Three Caballeros Ride Again, sebuah komik yang berlatar di Meksiko dan menceritakan petualangan Joe, Donal, dan Panchito dalam mencari tambang perak yang hilang.

Piala Dunia 2014 dan The Three Caballeros

Joe Carioca alias Ze Carioca berkostum Tim Brasil. (Sumber)

Jika dilihat dari latar belakangnya sebagai gelandangan dan pengangguran, Joe Carioca seharusnya ikut bergabung dalam gerakan yang memprotes diselenggararakannya Piala Dunia 2014. Gerakan ini muncul karena masyarakat Brasil menganggap pemerintah lebih mementingkan Piala Dunia dibanding kesejahteraan warganya. Mural bertuliskan “how many removals are made by a cup” di bawah ini merupakan salah satu bentuk keluh kesah warga Brasil menjelang Piala Dunia (saya kurang begitu memahami, apakah yang dimaksud “removal” di sini adalah penculikan atau penghilangan warga, atau penggusuran).

Sumber gambar: Pandit Football

Meskipun demikian, gaya hidup Joe Carioca sebagai “orang miskin yang hedonis” membuat saya berpikir, ada kemungkinan dia bersikap apatis dengan protes-protes Piala Dunia ini. Mungkin saja Joe yang pandai bernyanyi dan menari ini terpilih menjadi penyanyi pembuka Piala Dunia bersama J-Lo🙂.

Panchito Pistoles, si Koboi dari Meksiko lebih mungkin menjadi protester. Tak rela melihat Tim Meksiko kesayangannya memiliki markas yang jauh dari tempat latihan (mana bus tim Meksiko sempat mogok, lagi), Panchito pun tersadar dan peduli akan Piala Dunia dan isu sosialnya, lalu berencana untuk membantu warga Brasil mendapatkan hak-haknya. Meski ongkos ke Brasil selama Piala Dunia ini sangat mahal, Panchito tak menyerah. Ia tetap berangkat ke Brasil bersama kuda kesayangannya, Senor Martinez. Sebelum berangkat, Senor Martinez diberi makan merica Havana dulu, supaya larinya kencang🙂.

Panchito dan Senor Martinez dalam komik The Three Caballeros Ride Again karya Don Rosa. (Sumber)

Bagaimana dengan Donal? Meski tinggal di Amerika dan memiliki ayah seorang Amerika, namun darah Skotlandia yang diwariskan ibunya (Hortensia) membuat Donal menjadi seorang yang gila bola. Di beberapa komik, Donal digambarkan sebagai bebek yang antusias dalam menonton pertandingan bola, baik di televisi maupun di stadion. Dia juga rela membeli berkotak-kotak sereal demi memburu hadiah menonton final  di luar negeri. Selain itu, Donal juga senang menghapal data, fakta dan skor pertandingan bola (yang ini Carra banget deh), bahkan dia punya buku diari sendiri untuk itu! Makanya di Pesta Bola 2014 ini, Donal pasti hadir di Brasil, untuk mendukung tim favoritnya, Amerika Serikat.

Donal si Gila Bola. (Sumber)

Masalah terjadi ketika ketiga sahabat ini – Joe, Panchito, dan Donal – tak sengaja bertemu. Panchito yang sedang berunjuk rasa bertemu dengan Donal yang tak kebagian tiket masuk, dan Joe yang ditendang dari Pesta Pembukaan karena datang terlambat. Panchito kemudian meyakinkan dan mengajak kedua sahabatnya untuk bersama-sama membongkar mafia di balik penyelenggaraan Piala Dunia.

Di akhor cerita, mereka berhasil membongkar adanya mafia tersebut. Terjadi reformasi baik di negara Brasil dan di FIFA. Brasil mendapat pemimpin baru yang lebih demokratis, Sepp Blatter mundur dari FIFA, dan Michel Platini jadi Presiden FIFA. Selain itu, setelah terbukti adanya penyuapan dari Qatar, Piala Dunia 2022 tidak jadi dilangsungkan di negara timur tengah itu, tetapi jadinya di Inggris (ENG-ER-LAND!!). Sebagai Kaptem Tim Inggris, Steven Gerrard pun memberi ucapan terima kasih kepada The Three Caballeros.😛

Akhirnya, sebagai penutup, Joe Carioca tampil sebagai penyanyi di Final Piala Dunia. Teman-temannya yang tinggal bersamanya di tempat pembuangan sampah menonton dengan gembira. Dan meski Amerika Serikat dan Meksiko sudah tersingkir, Donal dan Panchito tetap menonton Final dengan antusias, secara langsung di stadion. Sementara Senor Martinez dipinjam Joe Carioca sebagai aksi panggung:mrgreen: .

The End.

Sayang sekali ya, Don Rosa sudah pensiun. Kalau tidak, mungkin cerita ini ia tuangkan dalam gambar,🙂 (garis bawahi dan tebalkan kata “mungkin”).

Mumpung ingat, saya ingin berdoa sejenak untuk kesehatan beliau.

Don Rosa, The Duckman. (Sumber) Terkait pensiunnya Don Rosa, klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s