File Digital Kelahiran 1977

Mengolah file digital tugas akhir mahasiswa bisa menjadi pekerjaan yang menyenangkan. Sambil mengolah tugas akhir, kita bisa membayangkan perjuangan sang peneliti dalam merampungkan karyanya. Seringkali saya terkagum-kagum dengan karya akhir yang brilian. Ada juga karya akhir yang membangkitkan naluri sok tahu saya untuk mengkritisi metode penelitiannya.😛
Dalam mengolah tugas akhir, saya menemukan karya yang menarik, unik, ada pula yang membingungkan. Sejauh ini yang paling menarik adalah tugas akhir tentang Liverpool FC Soccer School (oke ini bias banget :P), yang paling unik salah satunya adalah tugas akhir tentang Tutty Alawiyah (ini skripsi atau biografi?), dan yang paling membingungkan adalah karya akhir dari Fakultas Ekonomi, yang biasanya melibatkan istilah-istilah yang tidak saya mengerti😛. Dan adapula satu jurusan yang entah mengapa kelihatannya tema tugas akhirnya itu-itu saja😛.

Kegiatan pengolahan tugas akhir ini masih saya lakukan hingga minggu lalu. Bedanya, jika biasanya saya mengolah tugas akhir tahun 2000-an ke atas, minggu lalu saya sempat mengolah file digital disertasi yang terbit pada tahun 1977. Satu angkatan S-3 dengan Nugroho Notosusanto. Yang menarik perhatian saya adalah, penulis disertasi itu lahir pada tahun 1928 (tahun 1928 mungkin nenek saya saja belum kenal dengan kakek saya). Itu membuat saya berpikir, apakah penulis karya akhir yang saya olah ini masih hidup? Merinding juga saya memikirkannya. Saya membayangkan, sampai ia meninggal pun, akan tetap ada mahasiswa yang mengunduh file digital karya ilmiahnya di internet. Karya ilmiah yang Anda unggah ke dunia maya, akan hidup lebih lama dari Anda sendiri, dan akan tetap memberi manfaat bagi orang lain di dunia, sekalipun Anda sudah tak berada di dunia ini. Seperti sel HeLa yang masih hidup hingga sekarang, jauh melebihi umur wanita yang
menyumbangkan sel ini, yang telah meninggal dunia karena kanker puluhan tahun lalu.

Ada hal lain yang menarik dari disertasi terbitan 1977 ini. Kita sebut saya penulis disertasi ini Bapak SD. Pak SD, yang lulus S-3 tahun 1977 ini kemudian menjadi promotor dari mahasiswa S-3 yang lulus tahun 1985.
Ini membuat saya berpikir, untuk menjadi orang hebat membutuhkan proses. Untuk menjadi guru, harus menjadi murid dulu. Dan prosesnya lama. Kita harus sabar, jangan terburu-buru ingin berada di atas.
Steven Gerrard saja sempat gagal masuk Lilleshall sebelum menjadi legend seperti sekarang (loh nyambung ke Liverpool lagi :P).

Oh iya, kali ini juga saya menemukan tugas akhir (Tesis, Disertasi) karya para ahli yang sering ada di TV, lho. Dan dari saya baca sekilas sih, dari karya akhirnya, para ahli ini memang ahli beneran, lho. Mereka memang pemikir dan penulis yang baik🙂.

Mengolah tugas akhir bisa menjadi kegiatan yang seru, seperti menemukan harta karun. Kadang bikin badan pegal dan mata perih juga sih… *stretching* *kucek-kucek mata*.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s