Ketika Miniarta Lebih Cepat dari Kereta…

Sebenarnya kejadian ini sudah agak lama sih. Sekitar seminggu yang lalu kejadiannya. Tapi baru sempat saya tulis di blog sekarang.
Jadi gini…
Saat itu saya baru saja pulang dari kampus untuk mengambil buku alumni. Saya naik kereta Commuter Line yang berangkat dari stasiun Pondok Cina pukul 14.40. Perjalanan berjalan lancar hingga, setelah berangkat dari stasiun Depok Lama, turun hujan besar disertai angin. Duh, mana lupa bawa payung, lagi, pikir saya. Hujannya deras banget.
Beberapa saat setelah turun hujan, tiba-tiba lampu di gerbong wanita mati, dan kereta pun berhenti. Beberapa saat kemudian, lampu nyala lagi, dan kereta juga kembali berjalan. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, karena sesaat kemudian lampu mati dan kereta berhenti lagi.
Kali ini ternyata kereta berhenti agak lama.
Dan, karena yang mati tidak hanya lampunya, tetapi juga AC (atau kipas angin yah?) otomatis suhu di dalam kereta menjadi panas. Akhirnya, petugas pun memutuskan untuk membuka pintu kereta. Adem…
Tapi kok keretanya gak jalan-jalan juga? (note: lokasi kereta berhenti sebelum Stasiun Citayam)
Lamaaa ga ada pengumuman apapun, akhirnya dari luar ada seorang bapak-bapak petugas berjalan-jalan dan meneriakkan sesuatu ke arah penumpang kereta, sambil nunjuk-nunjuk angkot-angkot yang lalu-lalang.
Menurut pemahaman saya, si bapak ini menyarankan penumpang untuk naik angkot aja.
Lah, kan saya tujuannya ke Bogor. Masih jauh dong. Citayam aja belum nyampe. Masa mau naik angkot? -_-
Nah, akhirnya ada ibu-ibu yang bertanya pada petugas gerbong. “Mas, ini ada apa sih kok keretanya mogok?”, dijawab sama petugasnya, “ada (kereta) ekonomi yang mogok bu” (tapi menurut versi lain, katanya ada kabel yang putus di Citayam).
Wuih, lama nih kayaknya evakuasinya. Mendingan naik angkot aja deh.
Nah, akhirnya saya turun dari kereta. Dan karena jarak dari pintu kereta ke tanah agak tinggi (tinggi banget bahkan), saya turunnya dari gerbong masinis, yang mana saya harus turun dengan posisi hadap belakang, barulah saya turun dari tangga. Kasihan juga pas lihat ada ibu hamil yang mau turun😦. Pas saya turun, masih banyak penumpang yang masih menunggu di dalam kereta. Mungkin ga dapet info yang benar, atau mungkin juga ga ada pilihan lain selain nunggu, terutama buat yang bawa barang-barang banyak dan berat😦.
Dari TKP kereta mogok tersebut, saya naik angkot 2 kali, yaitu naik 05 sampai Stasiun Bojonggede, kemudian naik 07 sampai Pasar Anyar (Bogor).

Petualangan saya naik angkot 05 ini yang seru.

Jadi, perjalanan naik angkot 05 ini lancar-lancar aja, sampai stasiun Citayam.

Singkat cerita, setelah melewati stasiun citayam, ternyata jalur yang dilewati angkot ini ga bisa dilewati lagi. Ada kebakaran, katanya.
Si mamang supir angkot pun akhirnya mengambil jalan lain.
“Lewat jalan lain deh”, ujarnya sambil memutar balik angkot, kembali ke arah stasiun Citayam.
Beberapa saat setelah melewati jalur tersebut, tiba-tiba si mamang puter balik lagi. Lho, sekarang kenapa jalannya?
“BANJIR!”, kata si mamang.
Sontak seluruh penumpang angkot merenung, apa yang salah dengan hari ini… *insert ‘Okay’ meme*

Tapi ternyata seperti halnya menuju Roma, masih banyak jalan menuju Bojonggede.

“Coba lewat jalan satunya lagi deh”, kata si mamang.
Dan memang sepertinya si mamang ini adalah supir angkot paling keren se-Citayam-Bojonggede-PP (padahal mungkin sebenernya biasa aja, karena si mamang orang situ, jadi hapal jalan).
Jalan alternatif yang kita lewati, itu sempit banget. Perumahan warga gitu. Ga tau deh mau dibawa ke mana. Tapi akhirnya nembus ke jalan besar juga.
Dan setelah sekian lama, kita sampai di Bojonggede juga. Saya pun melanjutkan perjalanan ke Bogor dengan naik angkot 07. Sekitar jam 17.00 saya sampai di Bogor.

Saya naik kereta jam 14.40.
Saya sampai Bogor (sekitar) jam 17.00.
2 jam lebih untuk perjalanan yang harusnya hanya memakan waktu +/- 40 menit.
Naik miniarta keong dari terminal Baranangsiang ke Terminal Depok aja rasanya masih lebih cepet -_-
Longest Depok-Bogor Journey ever. Sponsored by Commuter Line mogok…

Yah, mari kita doakan semoga selanjutnya perjalanan KRL Jabodetabek lancar-lancar saja dan tidak ada gangguan, ya… Amien…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s