‘Film paling laku di dunia’ kini bangkrut

Kodak, Film Paling Laku di Dunia (Tahun 90-an)

Sejak awal tahun 2000-an, orang sangat mudah dalam mengabadikan momen-momen yang mereka ikuti.  Bagaimana tidak, hampir setiap orang memiliki ponsel berkamera, atau kamera digital yang mudah dibawa ke mana-mana.

Namun, pada tahun 80-90an, untuk berfoto tidak semudah sekarang.  Dulu, untuk mengambil foto, kita menggunakan kamera film, atau kamera analog, atau kamera yang ada klise-nya.

Gambar diambil dari wayan-keyza.blogspot.com

Dulu saya punya kamera analog, mereknya Fujifilm. Hehehe. Masih ada sampai sekarang🙂

Jadi sebelum mengambil foto, kita harus membeli klise dulu (yang kalo ga salah cuma bisa buat 30-an kali foto, jadi kadang-kadang pas lagi asyik foto-foto, eh klise-nya habis -___-).  Setelah berfoto, kita harus men-cuci klise tersebut.  Waktu untuk mencetak foto biasanya sampai 3 hari. Tidak seperti sekarang yang kalau ingin mencetak foto, tinggal print saja. Karena pakai kamera digital.

Suka-duka lain dalam menggunakan kamera film adalah, kalau berfoto sebaiknya jangan di tempat yang terang, atau dekat seumber cahaya yang terang, karena biasanya foto tersebut akan “kebakar” -___-.  Kadang hal tersebut juga bisa kita gunakan untuk mem-bully orang, misalnya: “heh kamu jangan ikutan foto! Nanti kalau ada kamunya kebakar lagi”:mrgreen:

Namun kini, setelah kamera analog berganti dengan kamera digital yang menjamur, dan klise barganti dengan memory card, dan proses cuci-cetak foto secara manual berganti dengan printer, film paling laku di dunia, seperti kodak sekalipun, menyatakan bangkrut.

Iklan Kodak Tahun 1915 (Sumber gambar dari http://www.washingtonpost.com)

Terkenal dan sukses di masa lalu belum tentu akan membuat suatu produk terus sukses.  Kodak menjadi salah satu buktinya.  Jika kita tak mampu menyesuaikan diri dengan zaman, kita akan tertinggal dari pesaing baru yang bermunculan.  Yang sudah pernah membaca Madre-nya Dee Lestari pasti tahu tentang “Tan De Bakker” kan? Yup, itu adalah toko roti terkenal di zaman dulu, yang tak bisa bersaing dengan bakery modern di masa kini karena sistem pemasarannya masih ‘kuno’.

Jangankan perusahaan, artis yang sudah berlabel ‘diva’ sekalipun suatu saat akan meredup sinarnya #tsaahhh…

Tapi ya, sekarang ini demand akan fotografi (baca: Kamera SLR) justru sedang meningkat.  Apakah ini disebabkan oleh mudahnya akses terhadap fotografi di era digital ini?🙂

Kamera SLR yang lagi ngetrend (Sumber: dikabrandals.blogspot.com)

Saya sih nggak begitu berminat.  Ribet euy bawa-bawa kamera SLR. Berat. Paling cuma buat foto-foto gitu doang. Secara saya nggak ngerti teknik-teknik fotografi:mrgreen:. Tapi kalo dikasih gratis ya mau😆

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s