Statistik Non Parametrik + Banjir = Annoying

Postingan yang ini nggak ada hubungannya dengan Liverpool kok. Cuma awalnya aja, sebagai pembukaan. Terima kasih😉

Pada Tahun 2006, Liverpool FC pernah mengadakan survei berjudul “100 players who shook the kop”, mengenai siapakah pemain yang paling berpengaruh selama bermain di LFC.  Dari sekian banyak pesepakbola yang pernah membela klub kota asal The Beatles ini, Kenny Dalglish-lah yang menduduki peringkat pertama.

Namun, jika ada survei berjudul “100 things that shook anak-kost” mungkin saya akan memilih dua peristiwa, yang sejauh ini sangat berpengaruh, dan sangat membekas di ingatan saya, selama saya ngekos.

Kejadian Pertama

Menerima surat pemberitahuan kenaikan uang kost (sebesar Rp 30.000,-) setelah pulang kuliah Terminologi Kesehatan 2 sesi.  Sebagai informasi, mata kuliah terminologi kesehatan jika dibandingkan hampir sama dengan Anatomi Fisiologi dan Patologi (Ilmu Penyakit Umum) disatukah dalam satu mata kuliah.

Setelah kejadian itu, saya dan teman sekamar saya pun memutuskan untuk pindah kosan.  Namun, setelah bergerilya ke seluruh penjuru Kelurahan Kukusan, kami memutuskan untuk tidak jadi pindah kost, dikarenakan…

… tidak ada yang lebih murah dari tempat kost kami. -_-  .

Ada sih, yang lebih murah.  Tapi tempatnya sumpek.  Naga-naganya nggak bakal betah sepertinya.

Kejadian Kedua

Pulang Kuliah Statistik Non Parametrik, masuk kamar kost, dan ternyata kamar saya banjirrrr…… Sampai Kasur & tikarnya basah semua… Aneh ya, padahal kamar saya ada di lantai 2. Kok bisa banjir. Atapnya juga nggak bocor kok.

Usut punya usut, ternyata air yang membanjiri kamar berasal dari pancuran talang air, yang letaknya nyaris tepat di depan kamar saya.  Siang sampai sore tadi hujan memang turun sangat deras, makanya air yang turun dari pancuran itu deras pula, dan merembes menembus pintu kamar.

Yang saya baru sadari, sekitar pukul 4-5 sore, dosen saya sempat menyinggung tentang talang air, dan hubungannya dengan penyebaran penyakit Demam Berdarah.  Ckckck… inikah namanya pertanda? Heu…

Alhamdulillahnya, setelah dibersihkan oleh teman kost saya (yang sangat sigap, huehehe), dan mengganti kasur yang basah dengan yang kering (untungnya ada lho yang kering.  Terima kasih Bapak Kost… Hehehe), kamar saya pun menjadi layak ditempati kembali😀.

Ohya, satu hal yang saya sadari, selama ini saya beranggapan kalau tempat kost saya adalah tempat yang paling aman ketika hujan datang, karena atapnya tidak bocor, tidak seperti rumah orang tua saya di Bogor.  Kalau di Bogor, setiap hujan (deras atau tidak) pasti langsung kepikiran bocor (jangan-jangan bocor itu asal nama Kota Bogor :lol:).  Tapi, ternyata saya salah.  Tempat kost saya memang tidak pernah kebocoran, tapi bisa kebanjiran juga ternyata.  Dan yang lebih konyolnya lagi, kamar yang kebanjiran itu letaknya di lantai-2 -_- .

Dan, yang menyebalkan, yang kebanjiran (selain kamar Bapak-Ibu kost) cuma kamar saya…

… gara-gara letaknya yang “strategis”: depan pancuran talang air.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s