Ibu: Guru Sejati, Pengabdi Seumur Hidup

22 Desember diperingati sebagai hari Ibu di Indonesia.  Namun, bukan berarti bahwa di hari ini saja kita harus menghargai ibu kita.  hari ini hanyalah pengingat bahwa di 364 hari lain dalam setahun pun, kita harus menghormati dan menghargai ibu kita.  melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya.  Namun, bagi saya, tak ada momentum yang lebih pas dari hari ini untuk membuat sebuah postingan tentang Ibu.  Selamat membaca dan selamat Hari Ibu!

Ayah saya memang seorang guru, namun, tanpa saya sadari, ibu saya selama ini mengajarkan lebih banyak hal kepada saya daripada ayah saya.  Makanya, di Hari Ibu ini, saya ingin mengingat hal-hal apa saja yang telah diajarkan oleh ibu saya kepada saya.

Ibu & Anak

  1. Ibu saya yang mengajarkan saya (atau lebih tepatnya memberitahu saya) kanan itu yang mana, dan kiri itu yang mana.  Makan dan menulis itu pakai tangan kanan, sedangkan tangan kiri, yah, kita tahu sendirilah buat apa😉. Ibu saya menyebut tanda lahir saya, yang ada di tangan kanan, sebagai “tanda tangan kanan”, mungkin supaya saya hapal mana tangan kanan, dan mana tangan kiri.  Makanya, waktu saya TK, sebelum makan atau menulis, saya melihat tangan mana yang ada tandanya untuk memutuskan apakah itu merupakan tangan kanan atau kiri, barulah saya mulai menggunakan tangan itu untuk makan/menulis.
  2. Ibu saya yang mengajarkan saya menabung.  Menabung uang receh di celengan plastik warna merah jambu #gapenting. Pas uang saya sudah agak banyak, barulah saya memindahkan tempat tabungan saya ke dompet, warna merah jambu juga, pemberian ibu, hadiah dari salah satu produk kosmetik.  Sampai sekarang saya kalau nabung masih di dompet itu… Saya nggak suka nabung di Bank, karena uangnya nggak bisa saya hitung:mrgreen:
  3. Ibu saya yang mengajarkan saya mencuci baju, baik pakai tangan maupun mesin, baik pakai sabun detergen maupun sabun colek (kalau nggak salah pernah juga diajarin nyuci baju pakai sabun batangan).
  4. Ibu saya yang mengajarkan saya cara menyapu dan mengepel yang baik dan benar.
  5. Ibu saya yang mengajarkan saya cara menanak nasi yang benar, baik dengan rice-cooker, maupun pakai cara biasa (di langseng/panci).  Mulai dari cara membersihkan berasnya, seberapa banyak airnya, hingga bagaimana tandanya kalau nasi sudah matang.
  6. Dari ibu saya, saya tahu kalau tahu itu bisa langsung digoreng tanpa dibumbui dulu.  Cara menggoreng kerupuk kulit atau ranginang yang baik ialah, kerupuknya dimasukkan ke minyak panas, lalu diputer-puter dulu supaya mengembang…
  7. Ibu sayalah yang mengajarkan bagaimana cara memasang selang ke tabung gas.  Bukan ayah saya!
  8. Ibu saya mengajarkan bagaimana caranya bikin rok.  Kalau baju sampai sekarang saya belum bisa:mrgreen:
  9. Ibu saya mengajarkan bagaimana caranya masang seprai yang benar.  Biar rapi selalu meski tak sering dirapikan.
  10. Ibu saya yang mengajarkan saya cara memasang tali sepatu.
  11. Ibu saya mengajarkan cara membersihkan wajah yang baik dan benar, disertai alasannya.
  12. Selain mengajarkan sesuatu kepada saya, ibu saya juga nggak pelit-pelit lho mengajarkan keterampilan yang dimilikinya kepada orang lain.  Dan itu ujung-ujungnya untuk saya juga… Untuk baya kuliah saya, uang kost saya, kebutuhan hidup saya… Dan saya selama ini baru bisa menghabiskan uang orang tua saya. Belum bisa memberikan sesuatu yang berharga bagi mereka😥.  Itulah mengapa orang mengatakan “kasih ibu sepanjang zaman”.  Ibu adalah pengabdi seumur hidup, minimal bagi anak-anak dan keluarganya.

Heu~ Segitu aja yang bisa saya tulis, karena kalau saya tulis semua, pasti bakal jadi banyaaaaakkk banget… Bagaimana dengan Anda? Apa yang telah diajarkan ibu Anda terhadap Anda? Beruntunglah kalau anda termasuk orang yang sempat diajarkan sesuatu oleh sang Ibu…

Oleh karenanya, kalau ibu kita terkesan Gaptek, atau nggak ngerti tentang sesuatu, jangan segan-segan yah buat ngajarin, dan jangan gampang kesel kalau ibu kita nggak ngerti-ngerti… OK? Sekali lagi, Selamat Hari Ibu, semuanya…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s