Keadilan dalam Gerbong Khusus Wanita

19 Agustus 2010merupakan hari yang patut dicatat dalam sejarah perkeretaapian Indonesia.  Pasalnya, di hari itu telah diresmikan penggunaan Gerbong khusus wanita pada rangkaian KRL Jabodetabek kelas Ekonomi AC dan Pakuan/Ekspres.

Kereta khusus wanita

Gerbong khusus wanita ini terdapat pada ujung rangkaian kereta, yaitu pada gerbong nomor satu dan nomor delapan.  Selain khusus ditempati oleh wanita, gerbong ini juga memiliki keistimewaan lain, yaitu interior dalam gerbong yang serba pink, serta terdapatnya seorang petugas keamanan wanita (yang didampingi oleh banyak petugas laki-laki) dalam gerbong.  Maksud dari ditempatkannya petugas keamanan ini ialah untuk mencegah penumpang laki-laki yang masuk ke gerbong khusus wanita.

Stasiun

Awalnya pengoperasian gerbong khusus wanita ini berjalan dengan baik, hingga Senin kemarin, saat seluruh rangkaian KRL dari dan ke Stasiun Bogor mengalami keterlambatan.

Saat itu, saya yang akan kuliah di Depok pada pukul 10.00 berencana untuk naik kereta Ekonomi AC tujuan Jakarta yang berangkat pukul 08.16 dari Stasiun Bogor dengan perkiraan, saya akan tiba di Depok kurang-lebih pukul 09.00.  Sayangnya saat itu, seluruh rangkaian kereta mengalami keterlambatan.  Kereta Ekonomi yang seharusnya berangkat pada pukul 07.44 saja baru tiba rangkaiannya di Stasuin bogor sekitar pukul 08.16.  Kereta yang saya tunggu pun tentu saja mengalami keterlambatan, dari seharusnya berangkat pukul 08.16 menjadi pukul 09.10.  Hampir satu jam terlambat!

Dan tentu saja, karena kereta mengalami keterlambatan, otomatis terjadi penumpukan penumpang (apalagi penumpang ketika itu juga ditambah oleh orang-orang yang hendak mengantarkan jemaah haji).  Karenanya, penumpang menjadi semakin sulit diatur.  Penumpang laki-laki masuk di gerbong khusus wanita pun sudah tidak diindahkan.

Saat itu, saya juga naik di gerbong paling belakang yang seharusnya merupakan gerbong khusus wanita.   ketika itu, ada seorang Bapak-bapak yang komplain.  Ucapan persisnya saya lupa, tapi substansinya kira-kira seperti ini..

katanya mau emansipasi, tapi kok ada gerbong khusus wanita segala… Kalau mau emansipasi, ya disatuin aja gerbongnya.

Emansipasi?  Apa betul gerbong khusus wanita merupakan bentuk emansipasi?

Menurut saya tidak ada hubungannya antara gerbong khusus wanita dengan emansipasi.  Gerbong khusus wanita ditujukan untuk memberi rasa aman dan nyaman terhadap wanita, serta mengurangi angka kejahatan terhadap wanita di dalam kereta api, yang di antaranya meliputi tindak pencopetan dan pelecehan seksual.  Dua tindak kejahatan ini umumnya dilakukan oleh kaum Adam, dengan wanita sebagai makhluk yang dianggap lebih lemah, dimanfaatkan sebagai korban.  Selain itu, seringkali Kaum Adam tidak bersikap simpatik terhadap wanita  (terutama di kelas ekonomi), misalnya:

  • melontarkan kata-kata yang membuat tidak nyaman, seperti “kalau nggak betah, ya jangan naik kereta ekonomi”.
  • Meskipun ada ibu-ibu yang naik dan membawa anaknya (yang balita/bayi) tetap anteng duduk dan pura-pura tidur (penumpang wanita terkadang malah lebih peka)
  • dan lain-lain (males nulisnya… :P)

Akhir kata, menurut saya sih, dalam 2-3 tahun terakhir, gerbong khusus wanita ini merupakan satu-satunya terobosan yang berarti di perkeretaapian wilayah jabodetabek.  Kehadiran gerbong khusus wanita memberikan keadilan bagi para wanita untuk dapat merasakan keamanan, kenyamanan, dan keleluasaan dalam berkendara dengan KRL Commuter Jabodetabek.

Kereta Khusus Wanita

Biar penuh sesak, tapi tetap terasa lebih aman di gerbong ini🙂

NB: Saran saya, sebaiknya gerbong khusus wanita ini juga diberlakukan di KRL Ekonomi, karena penumpang di kelas ini lebih rentan terhadap tindak kejahatan.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s