UKS sebagai Sumber Data Morbiditas, Kredibelkah?

Kuliah selama setahun lebih di Departemen Biostatistik membuat saya sudah semakin “akrab” dengan sumber-sumber data morbiditas.  Kalau ditanya mengenai “apa sajakah sumber data morbiditas?” saya akan dengan mantap menjawab…

  • Pencatatan Puskesmas, yang terangkum dalam Sistem Pencatatan dan Pelaporan terpadu Puskesmas (SP2TP) atau yang kini telah diperbaharui menjadi  SIMPUS.
  • Sistem Pencatatan Rumah sakit
  • Bahkan dari kantor polisi atau DLLAJ juga bisa, lho, seperti informasi mengenai korban tindak kriminal atau kecelakaan lalu-lintas.
  • dan masih banyak sumber lainnya…

Tapi, setelah mengikuti kuliah mengenai standardisasi terminologi kesehatan kemarin, saya baru sadar, ada sebuah sumber pencatatan data kesakitan/morbiditas yang selama ini kurang saya indahkan, yaitu UKS (Usaha Kesehatan Sekolah).

Ruang UKS SMK 10 November

Ruang UKS ini mungkin mewakili keadaan UKS di sebagian besar sekolah di Indonesia

Anda yang pernah sekolah pasti mengetahui adanya Ruang UKS di SD, SMP atau SMA Anda, kan?  Kalau begitu, apa gunanya ruang UKS tersebut?  Sejatinya, ruangan ini (seperti namanya) digunakan sebagai tempat beristirahat sementara bagi siswa yang sakit saat mengikuti jam pelajaran, tempat menyimpan peralatan P3K atau yang berkaitan dengan usaha kesehatan sekolah, atau sebagai “basis” dari unit kegiatan siswa Palang Merah Remaja, yang biasanya didaulat sebagai “pengurus” UKS. Namun, pada kenyataannya, ketika saya sekolah dulu, biasanya UKS itu digunakan untuk…

  • Untuk tidur-tiduran saat istirahat
  • Untuk bersembunyi atau pura-pura sakit saat jam pelajaran Fisika
  • Ruangan bagi orang-orang yang pura-pura sakit saat upacara bendera
  • Tempat kumpul dan ngobrol-ngobrol anak-anak PMR (bukan anak-anak PMR aja sih… :D)
  • atau, sekalipun benar-benar digunakan untuk tempat istirahat siswa yang sakit, biasanya teman-teman dari siswa tersebut akan ikut-ikutan mengantar dan menemani di UKS (padahal niatnya bolos dari jam pelajaran).  Nah, di UKS ini mereka malah bikin ribut dan membuat temannya yang sakit menjadi tidak betah.

Lalu, jika UKS tidak difungsikan sebagaimana mestinya, bagaimana dengan data hasil pencatatan kesakitan di UKS?  Kredibelkah jika digunakan sebagai sumber data morbiditas?

Setahu saya, inventaris yang digunakan untuk melakukan pencatatan morbiditas di UKS SMA saya adalah sebuah buku yang bentuknya seperti daftar hadir, di mana pengunjung UKS hatus mencantumkan nama dan sakit yang dialaminya.  buku ini biasanya diisi oleh pengunjung UKS sendiri.  Salah satu catatan nama dan jenis sakit yang pernah saya temui di buku UKS tersebut adalah sebagai berikut.

Nama: Wandi

Sakit yang diderita: komplikasi

Hoho… nggak jelas, kan?  Sakit Komplikasi kalau dicari di ICDX mana ketemu, tuh (sok tahu, padahal belom belajar :P)… Apa cuma alasan buat bolos kelas aja, ya?😀

Jadi, bila ingin menggunakan data UKS sebagai sumber data morbiditas, hm… pikir-pikir dulu, deh…  Atau, benahi dulu UKS dan PMR di sekolah-sekolah, sehingga PMR tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler biasa tetapi dapat menjadi ujung tombak pengumpulan data kesehatan di sekolah-sekolah.

Ruang UKS SDS Darul Ulum

Semoga Ruang UKS yang nyaman, tenang, rapi dan asri ini juga memiliki pencatatan data morbiditas yang kredibel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s