Miskin?

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2010 menunjukkan bahwa di Indonesia terdapat 13,33% atau sekitar 31,02 juta penduduk dengan kategori miskin.  Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 1990, ketika penduduk miskin Indonesia mencapai angka 20,6%.  Apakah dengan adanya penurunan ini, berarti sebagian besar penduduk Indonesia telah hidup dengan sejahtera?

Kategori Miskin

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan penduduk miskin?  Dalam upaya mencapai target Millennium Development Goals (MDGs), Indonesia menetapkan kriteria bahwa penduduk miskin adalah penduduk dengan pendapatan harian kurang dari satu dollar AS per orang.  Artinya, bila US$ 1 dollar sama dengan Rp 9000, maka yang dikatakan penduduk miskin di Indonesia adalah penduduk dengan penghasilan bulanan yang tidak lebih dari Rp 270.000,-.

Menyikapi hal tersebut, maka pemerintah RI telah melaksanakan program pemberian BLT (Bantuan Langsung Tunai) sebesar Rp 300.000,- per bulan untuk setiap penduduk yang dikategorikan miskin.  Dengan begitu, “selesai”-lah permasalahan pengentasan kemiskinan untuk beberapa daerah di Indonesia, terlepas dari banyaknya persoalan dalam pelaksanaan program BLT tersebut.

Namun, apa iya permasalahan kemiskinan selesai sampai di situ?  Benarkah dengan mengadakan BLT, pemerintah telah sukses dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia?

Menurut Prof. Haryono Suyono, Mantan Ketua BKKBN, seperti yang saya kutip dari Kuliah Aplikasi Indikator Kependudukan oleh Bapak R. Sutiawan, seorang penduduk dikatakan miskin bukan hanya bila memiliki pendapatan di atas satu dollar per hari, melainkan bila ia mendapatkan pendapatan tersebut secara terus-menerus atau berkesinambungan.  Jadi, seharusnya pemerintah mengupayakan agar penduduk yang dikategorikan miskin tersebut memiliki penghasilan yang tetap, bukan hanya memberikan “ikan” berupa program BLT.

Lagipula, apakah pendapatan satu dollar ( sembilan ribu rupiah) per hari dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari? Rasanya tidak.

Sekedar berbagi pengalaman, kakak saya pernah menjadi pegawai honorer di kantor pemerintah daerah salah satu kota di Jawa Barat.  Gaji yang diterima adalah Rp 300.000 per bulan.  Memang jumlah ini berada di atas kategori miskin, namun, apakah dengan gaji sebesar itu kakak saya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan baik?  Wong untuk sewa kamar (kost) saja sudah menghabiskan dana Rp 250.000 per bulan.

Ironis.  Jangankan nasib rakyat kecil seperti yang sering tergambar dalam acara “Jika Aku Menjadi”, nasib aparat pemerintahan Indonesia saja masih belum  terjamin.

Artikel terkait:

Ternyata Rakyat Indonesia Masih Miskin – Kompas.com

Berpendapatan Rp 7000/hari dianggap orang mampu – MediaIndonesia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s