Dirk Kuyt dan Obrolan dengan Turis Belanda di Kebun Raya Bogor

Liburan sekolah yang telah berlangsung selama dua minggu akan segera berakhir.  Khusus bagi yang masih duduk di bangku sekolah, bagaimana kegiatan Anda selama liburan ini?  Apakah selama dua minggu ke belakang Anda berwisata, bersilaturahmi dengan kerabat di kampung halaman, atau justru malah berkutat dengan “tugas liburan” yang diberikan oleh guru masing-masing?  Hehehe… btw, dua atau tiga tahun lalu, saat saya masih duduk di bangku SMA, saya juga pernah mendapatkan “tugas liburan” yang menurut saya paling berkesan.  Tugas yang diberikan Bu Laila, guru Bahasa Jerman saya pada waktu itu adalah mewawancarai atau berbincang-bincang dengan turis asing menggunakan bahasa jerman.  Karena untuk menemukan turis berkebangsaan Jerman cukup sulit, Bu Laila pun memberikan kemudahan pada para siswanya dengan memperbolehkan kami mewawancarai turis asing dari negara manapun, minimal dengan bahasa Inggris, syukur-syukur dengan bahasa Jerman bila sang turis menguasai bahasa tersebut.

Untuk itu, saya bersama kurang-lebih lima teman saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Kebun Raya Bogor (KRB) dan “berburu” turis asing.  Turis pertama yang kami wawancarai merupakan pasangan suami-istri asal Belanda yang kami temui tidak jauh dari gerbang masuk KRB.  Saat itu, mereka tengah mengamati koleksi tumbuhan KRB dengan didampingi pemandu — seorang bapak yang tampaknya sudah “senior” dan agak kurang ramah ketika kami meminta izin untuk mewawancarai pasangan turis Belanda tersebut.  Namun, di luar dugaan, pasangan itu ternyata sangat ramah terhadap kami.  Oh, ya, kedua turis tersebut juga sebenarnya mengasai bahasa jerman.  Namun, entah mengapa begitu mereka berbicara dalam bahasa jerman, kok kami malah nggak mengerti sama sekali, ya?  Ya sudahlah, kami meminta mereka untuk berbincang-bincang dalam bahasa Inggris saja.

Yupz, pasangan yang sayang sekali sudah saya lupa namanya itu datang dari Utrecht, Belanda.  Sang suami merupakan seorang dokter bedah, sedangkan sang istri bekerja sebagai perawat (suster).  Nenek moyang pasangan yang sudah dikaruniai beberapa orang anak ini dulunya pernah tinggal di Jawa juga, saat Indonesia masih dijajah Belanda.  Hmm, mungkin pak dokter ini merupakan keturunan salah satu mantan gubernur jenderal Hindia Belanda *sok tau*.  Hoho… yah, itulah sebagian hal yang dapat saya rangkum dari pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan terhadap kedua turis tersebut.

Tapi, dasar waktu itu saya sedang suka-sukanya dengan Liverpool, begitu bertemu dengan turis Belanda, saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan bertanya kepada mereka mengenai sepakbola.  Teori saya, Indonesia yang sepakbolanya “nggak terlalu bagus” pun begitu tergila-gila dengan bola, apalagi Balanda yang sangat terkenal akan Total Football-nya yang cantik.  Berikut kutipan pertanyaan saya yang tidak tahu malu kepada kedua turis belanda tersebut:

Saya: Do you like football, Sir? (bertanya pada turis laki-laki)

Turis laki2: No, I don’t like football, but my wife likes it.

Saya: oh, so you like football? (berbicara dengan turis wanita)

Turis wanita: yes, I like football.

Saya: who’s your favorite football player?

Turis wanita: hm, I like Johan Cruyff  (cara membacanya: Yoan Krauf)

Dan sebagai Liverpudlian, saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan menanyakan pertanyaan ini:

Saya: Hm, do you know Dirk Kuyt?

Turis wanita: hah? (sepertinya kurang jelas mendengarnya)

Saya: Dirk Kuyt (saya membacanya: dirk kait). KUYT (baca: KAYT). Liverpool player. Liverpool striker…

Turis wanita: ooh… Dirk Kuyt (ia membacanya dengan: Dirk Kawt).

Dirk Kuyt (baca: kawt) Hoho… gitu toh cara bacanya… berarti saya salah ding selama ini (tapi nggak lebih parah dari komentator RRI yang membacanya dengan dir-ku-yit :P). Hehehe.

Kemudian perbincangan pun dilanjutkan:

Turis wanita: of course I know him.  His first professional club is my city, Utrecht.

Saya: oh, yes. And then to Feyenoord and to Liverpool now.

Yap, klub profesional pertama yang dibela Dirk Kuyt adalah Utrecht.  Pada usia 18 tahun, ia sudah menjadi pemainutama di klub tersebut.  Lima tahu kemudian, ia dapat membawa klub tersebut juara Piala Belanda.  Selanjutnya, Kuyt beralih ke klub Feyenoord dan sempat menjadi Top Skor liga Belanda dan Pemain Terbaik Belanda 2006.  Berbagai prestasi mengesankan inilah yang membuat Liverpool yang saat itu masih dilatih Rafa Benitez berminat merekrutnya.  Hingga saat ini, Kuyt menjadi salah satu pilar penting Liverpool di lini depan.

Merasa nggak enak dengan sang suami yang tampaknya sudah ingin menyiramkan air aqua ke kepala istrinya gara-gara keasyikan ngobrol tentang bola, perbincangan tentang sepakbola pun kami hentikan.

Setelah mengakhiri pembicaraan, kami pun meminta foto dengan kedua turis belanda tersebut.  Tentu saja Pak Pemandu yang kami mintai tolong untuk mengambil foto.  Hehehe… Dan ternyata, kedua turis tersebut juga meminta Pak Pemandu untuk mengambil foto bersama dengan kamera mereka, lho.  Wah wah wah… jangan bilang fotonya nanti buat mengusir tikus. Heu.. (emang di Belanda ada tikus?)

Yah, akhirnya dengan berat hati, kami pun berpisah dengan pasangan dokter dan suster itu.  Mereka melanjutkan wisata mereka dan kami meneruskan “perburuan” turis.  Yap, kami sempat mewawancarai seorang turis Kanada setelah itu.  Seorang konsultan yang, tampaknya tidak terlalu ramah jika dibandingkan dengan kedua turis Belanda tersebut.

Melajunya Tim Nasional Belanda ke Final Piala Dunia 2010 membuat saya teringat kembali akan kedua turis tersebut.  Seandainya mereka masih sehat walafiat hingga saat ini, khususnya bagi sang turis wanita, bagaimana, ya, perasaannya melihat prestasi gemilang tim oranye di Afsel 2010?  Saya saja yang bukan orang Belanda ikut senang (sebenarnya karena ada dua pemain Liverpool di Belanda, Dirk Kuyt dan Ryan Babel), apalagi mereka yang orang Belanda.  Fiuhh… hanya Tuhan yang tahu.

Dirk Kuyt saat merayakan keberhasilan Belanda menembus Final di Amsterdam

Kuyt and Robben celebration

Meski kalah dari Spanyol di Final, Kuyt dan Robben tetap antusias menyambut para suporter Tim Oranye

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s