Me, My Journal, and Xabier Alonso Olano

Xabier Alonso Olano, atau yang lebih dikenal sebagai Xabi Alonso pasti merupakan sebuah nama yang sangat akrab di telinga para Liverpudlian.  Ya, pemain asal Spanyol ini merupakan andalan Liverpool di lini tengah sebelum ia memutuskan untuk meninggalkan Anfield dan kembali ke negaranya guna membela klub terkaya di dunia, Real Madrid dengan alasan ia sudah “bosan” di Liverpool.  Kepergian Xabi inilah yang menurut kapten Liverpool Steven Gerrard menjadi penyebab kurang baiknya penampilan Liverpool di musim 2009-2010 lalu.  The Reds bahkan tidak mampu menembus zona Liga Champions di klasemen akhir Liga Primer Inggris musim ini.  Prestasi buruk tersebut belakangan membuat pelatih Rafael Benitez mengundurkan diri dari jabatannya menyusul banyaknya tekanan yang dialamatkan padanya, baik dari pihak klub, fans maupun para kritikus, apalagi ternyata The Spaniard sudah menerima tawaran dari juara Liga Champions 2010 Inter Milan untuk melatih klub berjuluk Il Nerazzuri tersebut.  Selain itu, prestasi buruk The Reds di berbagai kompetisi juga membuat fans Liverpool mendesak duo Amerika pemilik klub, George Gillet dan Tom Hicks, yang ternyata hanya meninggalkan setumpuk utang bagi Liverpool untuk segera abgkat kaki dari Klub asal Merseyside itu.

Sebegitu pentingkah peran Xabi di Liverpool hingga mampu menyebabkan penurunan performa klub hingga pengunduran diri pelatih?  Yap, saya akan sedikit mengulas sepak terjang pemain yang telah mengabdi bagi klub berlambang Liverbird ini sejak tahun 2004 hingga 2009.  segala hal yang saya tulis di sini merupakan rangkuman dari Jurnal saya tahun 2002-2008.

Sepak terjang Xabi Alonso di dunia sepakbola mulai tercatat di jurnal saya saat ia mencetak gol bagi klubnya, Real Sociedad di pertandingan penyisihan grup Liga Champions 2003-2004 melawan Galatasaray.  Di pertandingan tersebut, Sociedad unggul terlebih dahulu di menit ke-3 barkat gol penyerang asal Serbia, Darko Kovacevic.  Sayang, pada menit ke-61, Hakan Sukur menceta gol bagi Galatasaray dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.  gol penentu kemenangan Sociedad pun akhirnya datang pada menit ke-73 melalui pemain tengah Xabi Alonso.   Skor 2-1 untuk kemenangan Sociedad ini bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Ya, performa Xabi memang luar biasa bersama Sociedad.  Di musim sebelumnya, Xabi dkk bahkan telah membawa Sociedad ke posisi runner up Liga Spanyol di bawah Real Madrid.  Musim 2002-2003 bahkan diwarnai oleh rekor tak terkalahkan Sociedad di La Liga selama 19 pertandingan berturut-turut.  Padahal, sebelumnya Sociedad yang sewaktu itu masih diperkuatoleh Nihat Kahveci dan mantan Kiper Liverpool Sander Westerveld itu hanyalah klub medioker yang dipandang sebelah mata.

Tulisan selanjutnya yang menyebut-nyebut nama Xabi terdapat di jurnal musim 2004-2005 saat Xabi sudah pindah ke Liverpool.  Saat itu, terjadi pertandingan antara Liverpool melawan Arsenal yang mempertemukan dua gelandang tengah asal Spanyol, Xabi Alonso di pihak Liverpool dan Cesc Fabregas di kubu Arsenal.  Pertandingan yang berlangsung pada munggu, 29 November 2004 itu akhirnya dimenangkan oleh Liverpool dengan skor 2-1.

Sayangnya, penampian impresif Xabi pada musim itu sempat terhenti pada awal tahun 2005 akibat cedera patah pergelangan kaki kanan yang menderanya.  Cedera tersebut membuat Xabi harus absen membela Liverpool selama delapan minggu.

Puncak penampilan Xabi di musim 2004-2005 tercapai pada Final Liga Champions yang mempertemukan Liverpool dengan AC Milan di Istanbul, Turki.  Di pertandingan tersebut, Xabi mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-60 sehingga skor antara Liverpool dan AC Milan berubah menjadi 3-3.  padahal, di babak pertama, The Reds sempat tertinggal 0-3.  Gol tersebut diawali oleh pelanggaran terhadap Steven Gerrard (atau Milan Baros, ya?) di kotak penalti Milan.  Wasit kemudian langsung menunjuk titik putih.  Tendangan Xabi yang ditunjuk sebagai eksekutor sebenarnya sempat diblok oleh Kiper Milan, Dida.  Namun Xabi tidak menyia-nyiakan peluang dan langsung menembak bola muntah hasil blokir Dida ke gawang.  Tendangan Xabi tersebut kini tak mampu lagi ditahan Dida.  Skor pun menjadi 3-3.

Di musim 2005-2006, posisi Xabi di lini tengah Liverpool makin tak tergoyahkan.  Menurut catatan di jurnal saya, Xabi pada musim itu mencetak dua gol di Premiership.  Pada musim itu, Xabi dkk membawa Liverpool menjadi juara Piala FA dan finis di peringkat ketiga Liga Primer.  Di tengah tumpulnya striker-striker Liverpool pada awal musim dan awal tahun 2006, Liverpool sangat beruntung memiliki pemain seperti Xabi Alonso yang mampu mencetak gol dari lini kedua.

Oh, ya, peran Xabi yang penting di Liverpool sangat tergambarkan dengan baik pada derby Merseyside antara Liverpool melawan Everton di Anfield pada 25 Maret 2006.  Saat itu, belum sampai 30 menit bermain, Liverpool sudah harus kehilangan kapten Steven Gerrard yang diganjar kartu merah.  Di pertandingan ini, Xabi kemudian mengambil alhi segala tugas yang biasanya dibebankan dengan Gerrard.  Xabi memainkan perannya dengan sangat baik dan hal itu berbuah kemenangan manis bagi The Reds dengan skor 3-1.

Di tahun 2006, Xabi juga berkesempatan untuk membela Tim Nasionalny, Spanyol, di Piala Dunia 2006.  dalam kompetisi tersebut Xabi dengan tim Spanyolnya sempat menjadi tim terproduktif di babak penyisiihan dengan selisih gol 8-1.  selain itu, meski disingkirkan Prancis di babak 16 besar, Spanyol tetap mendapat penghargaan sebagai tim paling Fair Play bersama Brasil.

Musim 2006-2007 diawali Xabi dngan mempersembahkan gelar Community Shield kepada Liverpool dengan mengalahkan Chelsea, 2-1. Di musim ini, yang tercatat di Jurnal saya, Xabi telah mencetak tiga gol di paruh musim pertama Liga Primer.  Oh, ya, jurnal saya yang ini agak istimewa karena banyak menuliskan hal-hal menarik tentang Xabi.  Ini dia ringkasannya:

  • Pertandingan Liga Primer, Liverpool vs Newcastle (20 September 2006).  Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Liverpool

Gol kedua Liverpool yang dicetak Xabi Alonso dicetak dari jarak + 60 m (ditembak dari lingkaran tengah lapangan).  Saat itu di kotak penalti tak ada siapapun selain kiper Newcastle.  Begitu melihat bola masuk, Xabi pun berlari dan melakukan selebrasi.  Gerrard yang semula tampak marah karena Xabi bukannya mengoper bola padanya yang berposisi lebih strategis melainkan langsung menembak ke gawang pun ikut larut dalam kegembiraan.  Pelatih Rafael Benitaz pun melontarkan kegembiraan dan kebanggaannya terhadap Xabi seusai pertandingan.  Namun, Rafa tetap berpesan pada Xabi agar tidak melakukan “aksi berbahaya” tersebut bila tidak melakukak pemanasan dengan baik karena akan berakibat cedera.

  • Pertandingan Liga Primer, Liverpool vs Tottenham (23 September 2006).  Skor akhir 3-0 untuk kemenangan Liverpool

Di pertandingan ini, Xabi tampaknya tidak kapok untuk mencoba membuat gol-gol spektakuler melalui tendangan jarak jauhnya yang tidak sekeras tendangan John Arne-Riise, namun terarah dan efektif.  Setidaknya di pertandingan ini, Xabi lebih dari dua kali melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.

  • Pertandingan Liga Primer, Arsenal vs Liverpool (12 November 2006).  Skor akhir 3-0 untuk kemenangan Arsenal

Sempat terjadi momen ketika Xabi Alonso menjatuhkan bek Arsenal, Kolo Toure.  Mencoba bersikap sportif, Xabi langsung mengulurkan tangannya untuk membantu Toure bangkit.  Alih-alih menyambut uluran tangan Xabi, Toure malah bangkit sendiri dan kemudian mengejar-ngejar Xabi sambil berteriak-teriak.  Untunglah setelah itu Toure berhenti sendiri karena sakit akibat cedera.  Kalau tidak, apa jadinya…?

  • Pertandingan Liga Primer, Liverpool vs Manchester City (25 November 2006).  Hasil akhir 1-0 untuk kemenangan Liverpool

Happy Birthday untuk Xabier Alonso Olano yang memasuki usia 25 tahun.  Poor Xabi.  Dia harus merayakan ulang tahun dengan beristirahat untuk memulihkan cedera.  Cepat sembuh Xabi!  Liverpool membutuhkanmu!

  • Pertandingan Liga Primer, Liverpool vs Chelsea (20 Januari 2007).  Skor 2-0 untuk kemenangan Liverpool

Sempat terjadi insiden di mana Xabi Alonso bertabrakan dengan Didier Drogba hingga wajahnya berdarah-darah.  Xabi kemudian meninggalkan lapangan sejenak untuk mendapat perawatan dari staf medis Liverpool.  Beberapa menit kemudian, ia kembali bermain –dengan bibir yang dijahit– hingga peluit akhir dibunyikan.

  • Pertandingan Liga Primer, Liverpool vs Manchester United (3 Maret 2007).  Skor akhir 0-1 untuk kemenangan MU

Di pertandingan ini, MU harus bermain dengan 10 orang pada menit ke-86 setelah Paul Scholes dikertumerahkan akibat mengayunkan tinju kepada Xabi Alonso meskipun tidak kena (koknkayaknya Xabi selalu mengundang bahaya dari pemain tim lawan, ya? Hehehe… :P)

  • Pertandingan Liga Primer, Liverpool vs Arsenal (31 Maret 2007).  Skor akhir 4-1 untuk kemenangan Liverpool

Gol kedua Liverpool diawali oleh umpan Xabi Alonso dari tengah lapangan yang diterima oleh Mark Gonzales yang berada di sayap kiri.  Gonzales lalu mengumpan bola kepada Peter Crouch yang kemudian menggandakan keunggulan Liverpool menjadi 2-0.

  • Pertandingan Semifinal leg-2 Liga Champions, Liverpool vs Chelsea (skor 1-0, Liverpool menang 4-1 lewat adu penalti)

Di pertandingan ini, Xabi menjadi salah satu eksekutor yang berhasil menjarangkan bola ke gawang Petr Cech dalam adu penalti.  Berikut ringkasan adu penalti:

Liverpool 4 1 Chelsea
GK: Pepe reina GK: Petr Cech
Zenden ü û Robben
Xabi Alonso ü û Geremi
Gerrard ü ü Lampard
Kuyt ü
  • Pertandingan Final Liga Champions, Stadion Olimpiade Athena, Yunani, 23 Mei 2007.  AC MILAN VS LIVERPOOL (skor akhir 2-1 untuk kemenangan Milan)

Sejak awal pertandingan. Liverpool langsung tampil menyerang dan menciptakan beberapa peluang emas yang merepotkan pertahanan Milan, di antaranya melalui Xabi Alonso, Jermain Pennant, John Arne Riise dan Steven Gerrard.  Namun, karena faktor ketidakberuntungan serta tiadanya targetman yang bagus di depan, peluang tersebut menjadi sia-sia.  Hal ini berbeda dengan Milan yang justru hanya memasang Filippo Inzaghi di depan, dan bahkan Kaka pun lebih banyak bermain di tengah, namun justru hal tersebut yang membuat serangan Milan lebih efektif.

Gol Inzaghi di menit ke-45 bermula ketika Xabi alonso melanggar Kaka di depan kotak penalti (32 m di depan gawang Pepe Reina) sehingga wasit Herbert Fandel memberikan tendangan bebas bagi Milan.  Andrea Pirlo yang menjadi eksekutor pun langsung menembak bola ke gawang Liverpool.  Sebenarnya, tendangan Pirlo sudah bisa ditebak arahnya oleh Reina, namun, karena mengenai badan Inzaghi yang tak terkawal, arah bola pun berbelok dan tak mampu dijangkau Reina.  1-0 untuk Milan.

Saya sebenarnya agak kecewa pada penampilan Xabi di pertandingan ini.  Xabi sebenarnya bermain bagus, namun hal tersebut ternodai oleh sebuah tekelnya kepada Kaka di babak pertama yang menyebabkan terjadinya gol pertama Milan.

  • Catatan akhir musim:  Pertahankan Crouchy dan Xabi dan Jangan Beli Eto’o!!!

Jurnal musim 2007-2008 yang menuliskan nama Xabi Alonso sebagai pencetak dua gol Liverpool (menit ke-26 dan 68) pada pertandingan kandang Liga Primer melawan Derby County yang berakhir dengan skor 6-0 untuk kemenangan Liverpool menjadi catatan terakhir saya yang menyebut nama Xabi dalam Jurnal, mengingat saya di musim tersebut saya tak dapat menyaksikan pertandingan Liverpool dan musim berikutnya sudah harus kuliah.

Di awal musim 2008-2009, isu kepindahan Xabi sudah mulai mengemuka.  Era Benitez di Liverpool pun sudah menemui tanda-tanda akan berakhir ketika beberapa pemain yang menjadi tumpuan Liverpool saat memenangi Liga Champions 2005 dan Piala FA 2006 bergegas meninggalkan Anfield.  Ya, di musim tersebut, Liverpool tidak lagi diperkuat Luis Garcia, John Arne Riise, Steve Finnan, Sami Hyypia, Harry Kewell, Mohammed Sissoko, Peter Crouch, Djibril Cisse, dan beberapa pemain lain yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu.  Xabi pun akhirnya meninggalkan Liverpool pada bursa transfer awal musim 2009-2010.  Real Madrid-lah yang menjadi tujuan Xabi.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s