Mana Seat Belt-nya???

Pernahkah Anda menumpangi Bis Kuning (Bikun) di lingkungan kampus Universitas Indonesia Depok?

Saya, sabagai anak kost, nyaris selalu menggunakan transportasi ini untuk berangkat ke kampus.  Namun, ada sebuah fakta mengenai bikun yang baru saya sadari hari ini, tepatnya tadi pagi.

Jadi, ceritanya, ketika saya berangkat kekampus tadi pagi, kabatulan bikun yang saya tumpangi agak penuh sehingga saya tidak kebagian tempat duduk.  Lalu, saya pun mengambil posisi berdiri tepat di belakang tempat duduk pak supir.

Berdiri di b’lakang pak supir yang sedang bekerja…

mengendarai bikun supaya baik jalannya… hey…

-maksudnya ngikutin lagu “Naik Delman

Satu hal yang baru sadari, ternyata di belakang tempat duduk Pak Supir terdapat tulisan sebagai berikut:

Fasten Seat Belt

Yap.  “FASTEN SEAT BELT”.  Kurang-lebih artinya “kencangkan sabuk pengaman Anda”.  Yang menarik adalah, saya tidak melihat sebuah sabuk pengaman pun yang terpasang di bikun tersebut, bahkan Pak Supir pun tidak mengenakan sabuk pengaman, entah karena enggan mengenakan sabuk pengaman atau memang tidak tersedia.  Ironis.  Peringatannya ada kok benda yang dimaksud dalam peringatan tersebut malah nggak ada…  Apalagi UI sedang gencar-gencarnya melakukan peningkatan di bidang K3L. Ckckck….

Saya pun mencoba memaklumi bahwa bis kuning itu dulunya merupakan bis pariwisata dan mungkin saja peringatan “FASTEN SEAT BELT” tersebut ditujukan untuk para penumpang bus wisata yang saat itu masih terdapat sabuk pengaman pada masing-masing kursinya.  Sebagai alat transportasi antarfakultas di mana jarak antarhalte cenderung dekat, akan sangat merepotkan bukan bila setiap penumpang diharuskan untuk mengenakan sabuk pengaman??

Meskipun demikian, hal tersebut tidak berlaku bagi supir bikun.  Meski hanya mengendarai bus berwarna kuning ini sepanjang rute keliling Kampus UI Depok, namun hendaknya pak supir tetap mengenakan sabuk pengaman, apalagi saya sering menjumpai supir bikun yang ngebut ketika berkendara…  Selain itu, penggunaan sabuk pengaman pada supir bikun juga diharapkan dapat memberi contoh baik bagi para mahasiswa tentang perilaku aman saat berkendara.

Terinspirasi oleh mahasiswa dept. K3 yang sedang merampungkan “proyek” promosi kesehatan k3 di lingkungan kampus. Proyek bernilai Rp. 500.000,- tersebut merupakan tugas akhir mata kuliah promosi kesehatan di tempat kerja (bener nggak sih nama mata kuliahnya??) dan salah satu kelompok mengambil tema mengenai keselamatan dalam bis kuning…

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s