Antara UN, Bimbel, dan Sekolah (2)

Menyambung tulisan saya yang terakhir, akhirnya Ujian Nasional (UN) 2010 dilaksanakan juga, meski Mahkamah Agung sempat mengeluarkan putusan yang menilai bahwa UN cacat hukum. Artinya, UN ilegal untuk dilaksanakan oleh pemerintah, kecuali apabila pemerintah telah berhasil meningkatkan kualitas guru, memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan serta akses informasi yang merata di seluruh wilayah.

MA Larang UN

Putusan Mahkamah Agung Nilai UN Cacat Hukum

Namun yang terjadi kemudian adalah, pemerintah justru tetap melaksanakan UN, sebuah keputusan yang, menurut orang yang tidak mengerti hukum seperti saya, sulit dimengerti. Bila merujuk pada putusan MA, jelas-jelas UN ilegal untuk dilaksanakan pemerintah, tapi kok pemerintah masih tetap ngotot melaksanakan UN tahun ini. Aneh…

Bila MA menilai bahwa Presiden SBY, mantan Wapres JK dan Mantan Mendiknas Bambang Sudibyo lalai dalam memenuhi hak warga negara atas pendidikan, menurut saya sangat masuk akal. Bagai mana tidak, selama masa 5 tahun pemerintahan SBY-JK, selalu muncul berbagai aksi penolakan terhadap UN yang disinyalir tidak mengargai potensi dan bakat dari siswa. selain itu, berbagai kecurangan yang terjadi pada pelaksanaan UN juga mengindikasikan sikap pesimis para siswa dan guru dalam menghadapi UN. yang lebih parah lagi, kecurangan-kecurangan tersebut juga ‘disponsori’ oleh para guru yang membocorkan jawaban kepada para anak didiknya karena mereka merasa tertekan, takut derajat sekolah tempat mereka bekerja menurun apabila murid-muridnya tidak lulus UN 100%. Selain itu, para guru yang telah bersama-sama dengan muridnya selama 3 tahun dan telah menganggap muridnya sebagai anak sendiri juga pasti merasa tidak tega apabila satu saja muridnya tidak lulus.

Beginilah reaksi siswa yang tidak lulus UN

Beginilah reaksi siswa yang tidak lulus UN (Sumber:http://www.kaltimpost.co.id/?mib=berita.detail&id=28172)

Selain hal-hal di atas, reaksi siswa yang tidak lulus UN juga terkesan ‘tidak sehat’. Bukannya termotivasi untuk belajar lebih baik lagi, banyak siswa malah putus asa, bahkan ada yang sampai bunuh diri ‘hanya’ gara-gara tidak lulus UN. Bahkan saya pernah menyaksikan sebuah berita yang menayangkan orangtua murid yang merusak sekolah karena anaknya tidak lulus UN. sikap orang tua yang emosional itu justru malah membuat anaknya semakin frustasi.

Pemerintah memang memberi tanggapan mengenai Ujian Nasional ini. bahkan Persiden SBY yang selama 5 tahun pemerinthannya bersama JK, seingat saya, belum perna sekalipun mengeluarkan statement mengenai UN, kali ini mau tak mau bicara juga. Sayangnya, tanggapan Presiden masih bersifat normatif, seperti: UN perlu disosialisasikan lagi , Siswa jangan takut UN, dsb. Meskipun demikian, Presiden juga menawarkan altrnatif penyelenggaraan UN 2011, yaitu, tetap menyelenggarakan UN dengan berbagai penyempurnaan, atau kembali ke format Ebtanas.

selain itu, tanggapan yang lebih ‘formal’ juga disampaikan melalui mekanisme UN tahun ini, di mana penyelenggaraan UN ada 3 kali, yaitu UN utama, UN susulan (bagi yang sakit atau berhalangan hadir pada UN utama), serta UN ulang (bagi yang tidak lulus pada UN utama. Adanya UN ulang inilah yang membedakan UN 2010 dengan UN sebelumnya yang tidak mengenal ujian ulang. Pokoknya UN suda bagaikan pertandingan hidup-mati buat para siswa. Opini saya, mungkin pemerintah mengira keputusan untuk mengadakan ujian ulang bagi siswa yang tidak lulus ini dapat mengambil hati para guru dan siswa. sebuah pemikiran yang dangkal karena ketidak setujuan para guru dan murid akan UN bukan hanya soal lulus atau tidaknya para siswa dalam ujian nasional, tapi yang terutama adalah soal pengingkaran dari potensi siswa dan proses belajar-mengajar yang dilakukan selama 3 tahun, karena pada kenyataannya, kelulusan siswa hanya ditentukan oleh 3 hari UN. Meski selama 3 tahun siswa itu berprestasi, namun apabila ketika UN ia gugup dan tidak bisa mengerjakan soal dengan baik mak ia tetap saja tidak lulus. Tidak adil bukan??

Yup, sekali lagi, semoga UN 2010 merupaka UN terakhir sepanjang sejarah…

Hidup Pendidikan Indonesia…!!!

1 Comment

  1. UN ada segi positifnya, tetapi mgkn proporsinya masih belum mampu dicapai pelajar kita.. ini bisa jd cermin balik bagi dunia pendidikan kita.
    nice post sobat, salam kenal… kunjug balik ke blog gw ya.. sapa tau kita boleh tukeran link

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s