Jelang Aksi 28 Januari, Anak UI Bicara di Media

27 Januari 2010, satu hari sebelum dilaksanakannya aksi besar tanggal 28 Januari, berbagai media, khususnya media elektronik seperti televisi dan radio melakukan wawancara kepada pihak-pihak terkait, yaitu pihak pemerintah dan aktivis mengenai aksi tersebut. Beberapa media yang mengadakan bincang-bincang di antaranya adalah Metro TV melalui program Metro Hari Ini dan Radio Elshinta dalam program Diskusi Interaktif. Yang menarik dalam kedua program ini adalah diundangnya aktivis mahasiswa sebagai narasumber. Metro TV misalnya, selain mengundang Menpora Andi Mallarangeng, Staf Khusus Presiden Heru Lelono, Aktivis Gerakan Indonesia Bersih Effendi Ghazali, dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, juga mengundang Uray, Ketua Forum Aksi Mahasiswa UI (FAM UI). Sementara itu, diskusi interaktif Elshinta juga diisi oleh ketua BEM UI, Imaduddin Abdullah, selain dua narasumber lain, yaitu Addhie Massardi dan Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat. Hal ini saya katakan menarik karena selama ini unsur mahasiswa sangat jarang berbicara di media, khususnya televisi. Kalaupun tampil di televisi, paling-paling hanya sebagai penonton bayaran di acara talkshow atau tertangkap kamera saat melakukan aksi demonstrasi. Satu hal lain yang membuat saya tertarik adalah karena saya pikir UI tidak ikut aksi tanggal 28. Lantas, apa saja yang disampaikan oleh dua mahasiswa UI ini?

Dalam program Metro Hari Ini, Uray, Ketua FAM UI manyampaikan bahwa aksi tanggal 28 merupakan ekspresi keresahan yang dirasakan oleh masyarakat atas kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat, semisal UU BHP. Selain itu, terdapat pula berbagai hal yang mengindikasikan kurangnya komitmen pemerintah terhadap penegakan hukum. Yang pertama, belum tuntasnya kasus kriminalisasi KPK. Meski presiden telah membentuk dan melaksanakan rekomendasi dari Tim 8 dan Bibit-Chandra sudah dibebaskan, namun hingga kini belum terungkap siapa sebenarnya yang menahan kedua pimpinan KPK tersebut. Diduga, hal ini dilakukan untuk membendung upaya KPK untuk menyelidiki kasus Bank Century. Yang kedua, pada saat pembentukan Panitia Angket Bank Century, Fraksi Partai Demokrat-lah yang paling terakhir mengambil sikap. Ketiga, pernyataan presiden mengenai impeachment yang disampaikan setelah beliau mengundang sejumlah pemimpin lembaga tinggi negara di Istana Bogor. Hal ini seperti mencerminkan ketakutan dari presiden akan pemakzulan. “memang siapa yang mau melakukan impeachment? Kalau dia tidak bersalah, seharusnya tidak merasa takut,” kata Uray. Selain itu, kunjungan presiden ke Banten pada tanggal 28 juga mencerminkan ketakutan presiden.

Mengenai rencana aksi, Uray mengatakan memang ada beberapa kelompok mahasiswa dengan jumlah sekitar 1000 orang yang berencana untuk menduduki istana presiden.

Selain itu, menanggapi pernyataan Menpora mengenai kemungkinan adanya penunggangan pada aksi ini, Uray membantah bahwa mahasiswa melakukan aksi karena bayaran atau ditunggangi kepentingan politik tertentu. “Sekarang juga pun, kalau kami harus menghadapi gas air mata atau peluru karet, akan kami hadapi!” tegas Uray.

Lantas, apa tujuan dari aksi yang dilakukan oleh mahasiswa, khususnya dari BEM UI tanggal 28 Januari ini? Apakah untuk menjatuhkan pemerintahan kini, seperti yang dikabarkan oleh sejumlah media?

Bila Addhie Massardi dari Gerakan Indonesia Bersih tidak menutup kemungkinan terhadap terjadinya impeachment, Ketua BEM UI Imaduddin Abdullah dengan tegas menyatakan bahwa mahasiswa UI tidak membawa isu pemakzulan. Aksi 28 Januari dilakukan untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan SBY-Boediono.

Dalam diskusi yabg digelar radio Elshinta, Imad menuturkan bahwa satu hal yang dipertimbangkan BEM UI untuk tidak melakukan impeachment adalah, apabila impeachment terjadi dan SBY jatuh, apa yang akan terjadi pada kondisi politik Indonesia? Siapa yang akan menggantikan SBY sebagai pemimpin? Hal ini berbeda dengan kondisi saat Gus Dur jatuh, lalu digantikan oleh wapresnya, Megawati Soekarnoputri. Mengingat kondisi politik Indonesia yang masih abu-abu saat ini, terlebih lagi Wapres Boediono pun ikut tersangkut isu Bank Century, tentunya perebutan kekuasaan dan konflik yang lebih luas tidak dapat terhindarkan apabila SBY benar-benar jatuh.

Oleh karena itu, kata Imad, mahasiswa UI akan terus mengawal jalannya pemerintahan SBY selama setahun ke depan. “Apabila pemerintahan masih saja berjalan dengan buruk, kami akan teus berupaya untuk melakukan tekanan kepada pemerintah,” kata Imad.

Ironisnya, sebagian kelompok masyarakat justru terkesan tidak setuju terhadap aksi ini. Mereka merasa apa yang dilakukan para aktivis tersebut tidak mewakili perasaan rakyat yang sesungguhnya bahwa keadaan negeri ini baik-baik saja.

Menanggapi hal tersebut, Imad menyatakan bahwa jangan sampai kondisi yang ada saat ini membuat rakyat dininabobokan. Aksi 28 Januari sekaligus bertujuan untuk menyadarkan rakyat bahwa kondisi Indonesia saat ini tidak dalam keadaan yang baik-baik saja.

Hmm, melihat hal-hal yang disampaikan di atas, tampaknya meski FAM UI dan BEM UI sama-sama sepakat akan buruknya kinerja pemerintah saat ini, impeachment ataupun upaya untuk menjatuhkan presiden tidak termasuk dalam tujuan diadakannya aksi. Aksi 28 Januari bertujuan untuk memperingatkan pemerintah agar berjalan lebih tegas, lebih pro rakyat, dan lebih baik lagi. Yap, semoga aksi ini dapat menyadarkan pemerintah untuk lebih memperhatikan rakyatnya dan bukan hanya memperkaya diri sendiri. Bagaimanapun, rakyat sudah lelah dengan berbagai skandal politik dan kabar mengenai mobil mewah menteri, renovasi pagar istana ratusan juta rupiah, renovasi rumah dan komputer baru super canggih anggota dewan, dan terakhir mengenai pesawat pribadi baru Pak Presiden. Sikap pemerintah mengenai aksi ini akan membuktikan apakah mereka masih mampu mendengar suara-suara rakyat atau tidak. Khusus buat anggota dewan, tunjukkan bahwa kalian memang pantas duduk sebagai wakil rakyat di Senayan. Rakyat tidak memilih kalian hanya untuk mendengar debat kusir dan kata-kata “bangsat” dari wakil rakyat yang terhormat. Tunjukkan kerja, bukan omong kosong..

NB: btw, ada yang lebih tahu tentang FAM UI? Saya aja baru tau FAM UI dari selebaran2 di halte bikun, terutama pas isu Bank Century lagi rame-ramenya. Perasaan pas masih jadi Maba belum pernah denger..

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s