Pernah baca Madre-nya Dee Lestari? Di sana ada sebuah cerita mengenai toko roti terkenal di masa lalu, namanya Tan de Bakker. Toko roti tersebut tidak mampu bersaing dengan bakery modern zaman sekarang, lantaran pola pemasarannya yang masih kuno. Padahal, Tan de Bakker memiliki Madre, adonan biang roti yang sudah berusia puluhan tahun dan membuat cita rasa roti Tan de Bakker berbeda, dan bahkan konon lebih lezat dari roti buatan Eropa
Segitu dulu sinopsisnya
. Saya hanya berpikir, apakah Tan de Bakker ini terinspirasi dari Bakery Tan Ek Tjoan di Bogor?
Toko Roti Tan Ek Tjoan terletak di Sukasari, Bogor, tepatnya di depan Ekalokasari Plaza. Saking terkenalnya dulu, ibu saya menyebut daeranh lampu merah dekat Ekalokasari sekarang sebagai “perempatan Tan Ek Tjoan”.

Roti Gambang, Salah satu produk Tan Ek Tjoan (Sumber: blogemasadi.blogspot.com)
Dulu juga ada toko roti lain yang terkenal di Bogor, namanya Toko Roti Singapore. Sebelum ada Sari Roti dan merk-merk roti lainnya, biasanya ayahs aya selalu membeli roti merk Singapore. Menurut saya, memang lebih enak dari Sari Roti
. Namun, sekarang memang lebih mudah menemukan Sari Roti, atau MrBread
dibandingkan roti Singapore. Menemukan gambar roti sinagpore di internet saja susah
Tapi, kedua bakery tersebut tampaknya memiliki nasib yang mirip (meskipun tak se-mengenaskan) Tan de Bakker. Pasalnya, mereka kini kurang begitu terkenal dan diminati jika dibandingkan dengan bakery modern seperti Holland Bakery, BreadTalk, atau bahkan Roti Unyil
.
Yah, kalau kegemaran saya sih bakery dapur kuring saja, alias kue dan roti buatan ibu sendiri
