Saya mendapatkan video berikut ini dari milis fakultas saya.
Video dengan tokoh utama “SBY” ini adalah semacam media promosi yang menjelaskan mengenai dampak rokok bagi kesehatan (kanker paru) yang berujung pada kematian sang perokok. Tapi bukan itu yang membuat saya tertarik pada video ini…
Di pertengahan hingga akhir video ini, tertulis narasi, kira-kira sebagai berikut…
Dalam rangka memperingati meninggalnya Chrisye,
Penyanyi yang meninggal akibat kanker paru-paru karena konsumsi rokok…
Kami menghimbau para musisi Indonesia yang terlibat dalam promosi atau iklan rokok untuk tidak lagi terlibat dalam iklan atau acara-acara yang disponsori rokok…
Pembatasan penayangan iklan rokok di televisi (hanya bisa tayang jam 21.30-05.00) justru membuat perusahaan rokok makin ‘kreatif’ dalam memasarkan produknya. Pertama, iklan rokok pada umumnya lebih menarik dibandingkan dengan iklan produk biasa. Kedua, iklan produk rokok pada jam-jam biasa biasanya ‘berkamuflase’ dalam bentuk iklan acara-acara yang disponsori rokok (konser, “Intersport” sebagai sponsor pertandingan sepak bola, dll), Program Corporate Social Responsibility/CSR (contoh: Beasiswa Djarum, Bulu tangkis PB Djarum, dsb). Dan ketiga, perusahaan-perusahaan rokok ini menggunakan public figure (umumnya pekerja seni) untuk membintangi iklan atau terlibat dalam acara yang disponsori merk rokok tersebut.
Anda pernah melihat iklan Djarum Coklat? Jingle iklan tersebut bahkan dinyanyikan oleh grup band papan atas Indonesia.
Dalam rubrik Kompas Kita di surat kabar Kompas (udah lama banget sih), pernah ada yang pembaca yang menanyakan, kok mau sih band tersebut jadi bintang iklan rokok, padahal kita tahu, rokok memiliki dampak yang negatif bagi kesehatan…
Jawabannya… kita tanya Galileo *halah*. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan terkait rokok kepada grup band tersebut adalah sebagai berikut. Saya copas dari sini [Nama grup band disamarkan menjadi *****. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyudutkan pihak manapun
]
Kalo memandang gaya hidup merokok, itu dikembalikan ke masing-masing pribadi. Yang jelas dari kita bisa dibilang segala sesuatu yg berlebihan tidak bagus, jadi hidup itu harus equal dan balance.
Tidak adil kalo kamu punya opini seperti diatas kalau tidak ada di sisi musisi jaman sekarang, ada banyak hal : – Kalian masyarakat membeli bajakan itu membunuh kita musisi secara perlahan – Rokok adalah sponsor event terbesar di negeri ini, dan karena bajakan, musisi hanya cari uang dari event – Sponsor rokok bukan hanya musik, tapi liga sepakbolapun yang identik dengan kesehatan disponsori oleh rokok, dan banyak pula event sosial juga yang disponsori rokok. – Sebagai remaja adalah tugas orang tua mereka masing2 yang memberi pelajaran.
Hal pertama yang harus kita ingat ialah semua keputusan ada di setiap individu, sehingga individu itu sendiri yang membuat keputusan. Dimana iklan rokok pun baru dapat ditayangkan diatas jam 10 malam, yang berarti di jam jam itu sudah semestinya anak-anak dibawah umur sudah harus tidur. Tinggal bagaimana tugas orang tua nya saja yang mengawasi anak-anaknya. Lalu bagaimana dengan kejuaraan-kejuaraan olahraga ataupun beragam even-even musik yang dapat menciptakan atlet-atlet ataupun musisi-musisi yang berprestasi sampai ke luar negri? Hampir semua event-even tersebut banyak didukung dan di sponsori oleh produk rokok.
Hm… ada beberapa hal yang nggak saya setuju dari jawaban-jawaban di atas…
Sebagian besar acara musik dan olahraga disponsori rokok
Tanpa sponsor rokok pun, masih banyak produk/brand yang mau mensponsori acara musik dan olah raga. Buktinya, beberapa konser artis mancanegara dapat diselenggarakan dengan sponsor non-rokok (sebut saja salah satunya, provider telepon seluler Axis *bukan iklan*). Di event olah raga pun, meskipun masih didominasi oleh sponsor rokok, sebenarnya jika ada kemauan untuk melarang sponsor rokok, banyak kok brand yang mau jadi sponsor. Misalnya di Liga Primer Indonesia (LPI) musim lalu, Unilever dan Coca-Cola berebut untuk menjadi sponsor. Dan tentu saja kedua perusahaan tersebut bukan perusahaan rokok kaaan… *maaf saya sebut2 LPI bukan karena pendukung AP
*
Baru-baru ini, bahkan ada tren baru dalam mensponsori pertandingan olah raga. Yap, partai politik pun nggak mau ketinggalan dalam menyelenggarakan kegiatan untuk ‘mengorbitkan’ atlet muda Indonesia ke ajang internasional, contohnya Tunas Garuda by “partai biru” *bukan kampanye*
Iklan Rokok baru tayang setelah jam 10 malam, dan anak-anak sudah tidur
Seperti yang sudah saya katakan di bagian awal artikel ini, mungkin saja iklan rokok baru tayang setelah jam 21.30, tapi ‘kamuflase’ dari iklan rokok (Iklan konser, tayangan olah raga, dan CSR perusahaan rokok) tidak henti-hentinya ditayangkan dari pagi hingga malam… Dan, jam 10 anak-anak sudah tidur? Siapa yang bisa menjamin…
Kalian masyarakat membeli bajakan itu membunuh kita musisi secara perlahan
Gimana kalau kalimatnya dibalik: kalian para artis mengiklankan rokok itu ‘membunuh’ generasi muda Indonesia secara perlahan
Ya, dalam hal ini, pendapatan musisi juga memang tidak bisa hanya bergantung dari penjualan album saja. Tapi, setahu saya iklan yang dibintangi grup band tersebut bukan hanya iklan rokok saja. Masih ada iklan sepeda motor, pernah membintangi iklan salah satu provider telepon selular juga, yang artinya, masih banyak cara untuk mendapatkan pendapatan selain dari iklan rokok. Dan, IMHO, adalah egois jika kita hanya memikirkan keuntungan kita tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain.
Lagipula, nggak musim ah musisi, selebriti, atau public figure lainnya mengiklankan rokok. Ajang balap F1, yang mana sebagian besar timnya dulu sangat dekat kaitannya dengan rokok (Honda –> BAT, Ferrari –> Marlboro, McLaren –> West, Renault –> Mild Seven) sekarang sudah tidak lagi menggunakan sponsor rokok tersebut (sumber). Euro 2012 juga sudah dinyatakan akan melarang penggunaan, penjualan, ataupun promosi rokok di seluruh venue kompetisi tersebut (sumber).
Ya, mudah-mudahan public figure di Indonesia makin sadar akan dampak negatif rokok dan berhenti mempromosikannya. Karena mereka adalah role model, khususnya bagi generasi muda, sehingga apa yang mereka lakukan akan menjadi contoh bagi para fans-nya.
Artikel terkait selebriti dan rokok:
Alicia Keys apologizes fans for tobacco ads
Kelly Clarkson Dumps Indonesia Tobacco Sponsor
Celebrities – Anti Tobacco Websites
Fuad Baraja Dukung Kampanye Antirokok
[Maaf tulisannya kurang banyak memuat data & fakta]




Harus diakui, iklan2 rokok di tipi sangat enak dilihat, bahkan sangat menghibur.
Eits, saya bukan perokok, hanya penikmat iklan Djarum Cokelat dan Djarum 76.
Memang sangat menarik, apalago kalo dibandingkan dengan iklan sosis sonais
Larangan iklan yang ‘setengah-setengah’ malah membuat mereka semakin kreatif